UNTUK MAKSUD APAKAH SESUATU
YANG SAMA DILARANG DIBUAT ?


 

Pertanyaan No. 76 :

Bukankah perintah yang kedua dari Kedua-Log batu itu melarang orang mengukir, membuat patung, melukis, atau menggambar sesuatu yang menyerupai sesuatu benda yang ada di dalam langit atau di dalam bumi ?

Jawab :

Supaya diyakini, bahwa perintah yang kedua itu melarang pembuatan sesuatu yang sama dengan sesuatu benda yang di dalam sorga atau pun di bumi, untuk maksud menyembah Allah. Namun demikian, sebagian orang mengambil pendirian yang ekstrim dengan mengatakan, bahwa perintah itu melarang pembuatan apapun yang menyerupai sesuatu benda bagi maksud apa saja, bahkan juga bagi tujuan melukiskan sesuatu pemikiran. Untuk mempersalahkan setiap penggambaran sedemikian ini, baik itu merupakan gambar sandiwara, gambar dinding, gambar yang bersifat potret, fotografi, arsitektur, atau apa saja, akan sama dengan menyingkirkan sama sekali keseluruhan bentuk seni dan ilmu gambar --- sebagai sistem pendidikan implementasi peradaban yang pertama sekali.

Meskipun demikian, jika sekiranya demikian itu adalah maksud kehendak Ilahi dengan perintah itu, maka kita harus mematuhinya tanpa ragu-ragu, dan kita harus lebih baik meninggalkannya tanpa menghiraukan akibatnya.

Namun, Alkitab sendiri mengungkapkan bahwa perintah itu tidak melarang pembuatan sesuatu yang menyerupai apa pun asalkan bukan untuk tujuan ibadah. Bahkan Alkitab juga memberikan alasan bagi larangan itu. Dalam tulisan-tulisan Musa kita baca sebagai berikut :

"Maka Tuhan berbicara kepadamu dari tengah-tengah api : engkau dengar bunyi kata-kata itu, tetapi tidak satu pun kesamaannya yang tampak; engkau hanya mendengar suatu bunyi ........... Oleh sebab itu, perhatikanlah baik-baik olehmu, karena kamu tidak melihat apa pun yang menyerupainya pada hari Tuhan berbicara kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api; supaya tidak kamu merusak dirimu, lalu membuat bagimu suatu patung ukiran, yang menyerupai sesuatu bentuk, yang sama dengan lelaki atau wanita, yang sama dengan sesuatu binatang yang di atas bumi, yang sama dengan sesuatu unggas bersayap yang beterbangan di udara, yang sama dengan sesuatu binatang melata di tanah, yang sama dengan sesuatu ikan yang di dalam air di bawah bumi; dan supaya jangan kamu mengangkat matamu ke langit, lalu apabila kamu melihat matahari, bulan, dan bintang-bintang, bahkan semua benda langit, lalu kamu terdorong untuk menyembah mereka itu, dan berbakti kepadanya, yang telah dipisah-pisahkan oleh Tuhan Allahmu bagi segala bangsa di bawah seluruh langit." Ulangan 4 : 12, 15 - 19.

Lagi pula, di dalam kaabah Solaiman berbagai kesamaan yang menyerupai ciptaan Allah telah digunakan. Sebagai contoh, Solaiman "membuat sebuah tahta gading yang besar, lalu menutupinya dengan emas murni. Dan ada terdapat enam tangga menuju ke tahta itu, dengan sebuah tempat kaki dari emas yang terikat pada tahta itu, dan pada setiap sisi tempat duduk itu ada penopang, dan dua ekor singa berdiri dekat penopang-penopang itu; dan dua belas ekor singa berdiri di sana pada sisi yang satu dan pada sisi yang lainnya di atas keenam tangga-tangga itu." 2 Tawarikh 9 : 17 - 19.

Kembali, ia membuat suatu bentuk lautan, "dan di bawahnya  terdapat kesamaan yang menyerupai lembu-lembu, yang berdiri, mengelilinginya." 2 Tawarikh 4 : 3.  

Kemudian juga, "cerubim-cerubim membentangkan sayap-sayap mereka meliputi tempat tabut perjanjian, dan cerubim-cerubim itu menutupi tabut itu dan kayu-kayu pengusung yang di atasnya." 2 Tawarikh 5 : 8.

Bukankah sekaliannya ini adalah kesamaan-kesamaan yang menyerupai mahluk-mahluk ciptaan Allah? Bukankah Tuhan yang telah memberi petunjuk dalam pembangunan itu? (Oleh sebab itu, maka perintah itu melarang pembuatan suatu patung bayangan Allah atau apa pun bagi tujuan ibadah.


                                              * * *